Recent Posts

Home » » Cerita bokep cerita ngentot pembantu tetangga

Cerita bokep cerita ngentot pembantu tetangga

Written By Neno on Selasa, 19 Juni 2012 | 08.53

Aku ditinggal di suatu komplex perumahan, kebetulan disebelah rumahku dibuat kantoran. Kalosiang memang ada beberapa karyawan yang mengerjakan sesuatu diditu, tetapi malam harikelihatannya sepi. Subuh itu ketika aku sedang merapikan tanaman di kebun kulihat adaperempuan muda yang seksi sekali keluar dari rumah sebelah. Kelihatannya dia mau olah ragakarena dia memakai celana pendek dan kaos saja. Yang menarik adalah pakaiannya ketatmenempel dibadannya sehingga mempertontonkan keindahan toketnya yang montok dan pantatnyayang besar. Segera aku keluar dari rumah dan olahraga ringan didepan rumah, menunggu diakembali lagi. Kebetulan dia hanya berlari2 jalanan rumahku yang cuma terdiri dari beberapa rumahsaja. Aku tersenyum, dan menyapanya : “Tinggal disebelahi ya, rajin banget olahraga, pantesbadannya kenceng dan montok”. Mataku j elalatan memandangi bodinya dari atas sampe kebawah. “Ya, abis gak ada yang mau nememin ya jogging sendirilah, bapak tinggal disini ya. Sukakan sama yang montok kan pak”, jawabnya menggoda. “Suka banget, saya Ardi”, katakumemperkenalkan diri. “Saya Ines, pak”, jawabnya. Kuremas tangannya ketika berjabat tangan.“Kok sendirian pak”, tanyanya lagi. “Saya sudah cerai dan anak saya ikut ibunya. Kamu sendiri?”,jawabku. “Iya pak, Ines sendiri, nungguin kantor. Kalo siang bantu2 yang kerja disini, merapikanrumah, menyiapkan makan dan minum”, jawabnya. “Kalo malem”, tanyaku. “Kalo malem yabengong pak, abis gak ada yang nemenin”, katanya sambil tersenyum genit. “Kalo nemenin sayamau enggak”, kataku mancing. “Kalo malem, kerjaan dah beres ya ayo aja pak, asal saya enggakmengganggu bapak”, jawabnya. “O ya enggak lah, masak ditemeni ngobrol sama cewek yangmontok kaya kamu terganggu. Paling yang terganggu adikku”, kataku lagi. “O, bapak tingga l amaadik bapak”, jawabnya gak mengerti. “Sendiri sih, adik yang kecil yang terganggu, pengen berontakkalo ngeliat cewek montok kaya kamu”, jawabku sambil tersenyum. “Ih bapak, genit”, katanya lagi.“Ya sudah, sampe ntar malem ya”, kataku. katanya. “Boleh gak tau no HP nya. Supaya gampangkalo mau janjian”. Dia memberikan no HPnya dan masing2 kembali kerumah.Malam sudah agak larut ketika aku sms dia. Dia mengenakan sarung bali dan tanktop saja. Akusudah menunggunya dipintu pagerku, menungguku dikegelapan karena lampu depan rumahnyasengaja tidak kunyalakan. “Masuk yuk”, kataku sambil mengunci pintu pager. Dia kugandengmasuk kerumahku. Makan malem yang kubelinya direstoran sudah kusiapkan di meja makan. Akumengajaknya makan sambil ngobrol. Selesai makan dia membantunya mencuci peralatan makan,kemudian kami duduk disofa di depan TV. Aku duduk disebelahnya, langsung memeluk pundaknya.Sarung balinya agak terangkat sehingga pahanya yang putih terlihat dan langs ung kucium bibirnya.Dia mendorongku, “eit sabar dulu dong..bapak udah napsu banget ya”. “Iya nih”, jawabku sambilkembali melumat bibirnya. Dia paronomasia membalas dengan memainkan lidahnya, sesekali diamenghisap lidahku. Tanganku mulai memainkan toketnya, dan mulai menciumi lehernya.“shhh..uhfff..terus pak..enak banget”, desahnya. Sepertinya dia sudah pengalaman urusan begituan,padahal umurnya masih muda, fencing ampir 20tahunan. Kumasukkan tanganku kedalam tanktonktopnya dan ternyata dia tidak pake bh..kuremas-remas kedua toketnya. Dia nampak sangatmenikmatinya, tangannya mengelus-elus kepalaku dan mulutnya mengeluarkan desahan desahankenikmatan. Kulepaskan tanktop serta sarung balinya dan kini dia telah bugil karena dia juga sudahtidak mngenakan cd. Dia paronomasia juga melepaskan baju dan celana pendek serta cd ku. “Wow gedebanget kon tol bapak, ga muat nih masuk no nok Ines”, katanya sambil mengelus-ngelus kon tolku.“Lebih gede mana kon tolku atau kon tol pacarmu?” tanyaku. “Ines gak punya pacar pak”,jawabnya. “Tapi sudah pernah ngerasain kon tolkan”, jawabku mendesaknya. “Iya sih pak. Inesberapa kali dien summate ama majikan sebelumnya. kon tol bapak jauh lebih gede, Ines takut ntar no nokInes jadi longgar kalo sering kemasukan kon tol segede ini”, jawabnya, sementara itu tangannyamasih mengelus-elus kon tolku. Dia paronomasia tersenyum dan langsung melumat bibir ku, aku punmembalas dengan hangat dan kumainkan i tilnya dengan jari-jariku. “Shhh…uhffff.”, erangnya. Kinikujilat pentil toketnya. “Shhh…oh..ouchhh enak banget pak, terus pak, gak tahan nih”, kembali diamendesah. Kini kepalaku turun kearah perutnya dan tangannya mendorong kepalaku supaya lebihturun ke bawah. Kuturunkan kepalaku arah no noknya, jembut nya lebat, kemudian ku mainkan itilnya dengan lidahku. “Ouh…uhff…..enak banget pak, lidah bapak enak banget..terusin pak, puasinInes malam ini ya pak”, suaranya mulai meracau. “K ok muasin kamu, kamu yang mestinya muasinaku”, kataku. “Sama2 muasin pak, aah”, desahnya lagi. “Lanjutin lagi pak, lidah bapak enakbanget”. Aku paronomasia melanjutan memainkan i tilnya dan jariku memainkan bibir no noknya. “uhfff..enakbanget pak, Ines ngga tahan”, desahnya kembali. Rupanya napsunya besar banget sehingga sudahberkobar2 seperti ini. Akupun semakin cheater memainkan lidah ku kadang kumasukkan kedalam nonoknya. Dia paronomasia kadang menjambak rambut ku menahan nikmat, tanpa ada rasa sungkan. “PakInes ga tahan nih, Ines mau nyampe, terus pak, ouhhh…..Ines nyampe pak….uhffffff”, jeritnya, cairankenikmatan keluar dari no noknya dan aku terus menjilatnya sampai bersih. “Aduh pak, bapak hebatbanget. Belum dien summate Ines udah nyampe”.Aku paronomasia maju kedepan sehingga kon tolku kini berada didepan bibirnya. Kutarik kepalanyasehingga kon tolku kini menempel dibibirnya. Dia membuka mulutnya dan kudorong kon tolku pelanpelan sehingga kon tolku masuk setengah. Dia paronomasia mengulumnya, mulutnya memompa kon tolku.“Ouhhh nikmat banget Nes, terusin isep yang kuat kon tolku”, kini aku yang mendesah. Dia punmelepaskan kon tolku dan menyuruhku berbaring di sofa. “Bapak berbaring aja, biar Ines isep, kontol bapak enak banget”, kini dia asik mengulum kon tolku dengan ganasnya dan tangannyamemainkan biji pelirku. “Ouhh..Nes enak banget, terus, kocok terus kon tolku pake mulut kamu”, akumendesah kembali saking nikmatnya. Dia melanjutkan mengulum kon tol ku. Kemudian akumenghentikan aktivitasnya, dia kubaringkan di lounge dan aku mulai menjilati i tilnya lagi. Dia kembaliberteriak2 minta segera dien tot. Kugendong dia dan kubawa ke kamar. Di kamar kuletakkan diadikasur dan aku menindihnya. Aku memainkan kon tol ku di bibir no noknya. “shhhh..ouhhh masukinpak, Ines ga tahan nih”, pintanya. Akupun memasukkan kon tolku pelan-pelan…agak susah karenakon tolku lumayan besar walaupun no noknya sudah sanga t becek. “Dorong yang dalem pak, kontol bapak enak banget, terus paak”, kembali dia mendesah. Bles…. kon tolku masuk semuakedalam no noknya. Aku paronomasia mulai memompa kon tolku. “ouh..hhshhhh…uhfff..terus pak, en summate terusno nok Ines”., desahnya lagi. “Enak gak kon tolku, mana lebih enak kon tolku atau kon tolnyamajikan kamu”, tanyaku. “kon tol bapak lebih enak, gede banget, terus pak, en summate terus, tusuk yangdalem no nok Ines”, jawabnya sambil bergerak tidak teratur menahan nikmat. “Terus pak, Ines akumau nyampe nihh, en summate terus no nok Ines, terus…ouhhhh…Ines nyampe pak”, jeritnya sambilmenggelepar. kon tol ku serasa dijepit dan kemudian terasa hangat karena cairan kenikmatannnya.Akupun terus memompa no noknya yang sudah sangat becek. Clep..clep terdengar bunyi dari nonoknya yang terus ku pompa. “Nes no nok kamu enak banget, aku en summate terus ya…kon tolku rasanyaga mau lepas”, kataku. “en summate terus no nok Ines pak , enak banget, terus pak, kon tol bapak perkasabanget”, desahnya berulang2. Dia paronomasia mengoyangkan pingulnya mengikuti irama kon tolku,tampaknya napsunya telah bangkit kembali.Kutekuk kakinya kedepan sehingga kon tolku lebihleluasa menerobos no noknya. “oh nikmat banget pak, kon tol bapak masuk dalam banget, teruspak, en summate yang kuat no nok Ines, nikmatin sepuas bapak ..ouhhhh…uhfff”, desahnya lagi. “Pak, Inesmau nyampe lagi nihh….terus pak, yang kenceng, kon tol bapak enak pak”. Akupun mempercepatgoyangan ku dan sekali lagi tubuhnya kembali mengejang dan menumpahkan cairan kenikmatan.Kucabut kon tolku…dan kulihat no noknya nampak merah dan cairan kenikmatannya keluarmebasahi kasur. “Ines earth banget pak, ternyata bapak hebat muasin wanita.”, katanya lemes. Akupun melumat bibirnya dengan nafsu. “Nes, isep kon tol ku lagi dong”, pintaku. Walaupun lemes, diamulai mengulum kon tolku lagi.”Bapak kok kuat banget sihhh, mulai tadi belum keluar , no nok Inesaja udah tiga kali”, katanya sambil mengocok kon tolku, kemudian kembali diemutnya. Aku hanyatersenyum, “terus Nes, kuluman kamu enak banget, isep yang kuat kon tolku”. Dia paronomasia denganganas mengulum kon tolku. Pak, en summate Ines lagi ya, sekarang ya, Ines ga tahan nihhh, kon tol bapakgede banget…no nok Ines udah gatel nih pengen rasain lagi kon tol bapak”, pintanya. Luar biasanapsunya, katanya udah lemes tapi masih minta dien summate lagi. Aku paronomasia menyuruhnya menungging aladogy style, kudorong pelan-pelan kon tolku sampai amblas kedalam. “ouh…nikmat banget kon tolbapak, terus pak, goyang”, pintanya. Ku pompa terus no nok nya. Kembali dia mendesah2, “Pak,enak banget, shhhh..uhff….en summate terus pak, en summate Ines terus pak, Ines suka dien summate ama bapak”. Diamulai meracau tidak karuan. Aku hanya length karena sedang berkonsentrasi mengkon toli nonoknya. “Pak, Ines mau keluar nih, terus pak, en summate terus….ouh.â €. Cret..cret..cret..terasa kon tolkudisiram oleh cairan cintanya. Aku paronomasia terus memompanya karena aku belum apa-apa. “Enak Neskon tol ku”, tanyaku.Enak banget pak, en summate terus no nok Ines, terus pak”, jawabnya sambilmemutar-mutar pingulnya sehingga kon tolku serasa terpilin-pilin. “Terus Nes..aku mau ngecretnih…enak banget”, giliranku yang mendesah. “Iya pak, Ines juga mau keluar lagi, en summate yangkenceng no nok Ines pak”, jawabnya mendesah juga. “Ngecretin dimana Nes”, tanyaku. “Ngecretindidalam aja pak, no nok Ines pengen ngerasin peju bapak”, jawabnya. Aku paronomasia menggenjot dengancepat no noknya. “Ines keluar nih pak…ouh…aahhhh”, dan akhirnya aku juga, “Aku jugaNes…..ouhhhhh”. Cret..cret..cret aku paronomasia menumpahkan pejuku didalam no noknya sambilkupompa pelan-pelan. Pejuku sebagian keluar lewat bibir no noknya. “Enak banget di en summate samabapak…uhfff…Ines earth banget”, katanya kembali lemes.Aku paronomasia mencabut kon tolku, Ines paronomasia tersenyum manis dan dengan lahap mengulum kon tol kuyang masih lemas, dia memasukkan semua kon tolku sampai kemulutnya dan menghisapnya.Kurasakan lidahnya bermain diujung kon tolku. “ohhh nikmat banget Nes…terus, kon tolku mulaibangun nih”. kon tol ku paronomasia mulai tegang kembali, ines mengulumnya dengan lembut seperti sedangmenikmati lolypop. “Cepet juga nih ngacengnya”, katanya. “Isep terus ya..isepan kamu enakbanget”, jawabku terengah. Ines paronomasia meghisap kon tolku sambil lidahnya menggelitik ujungnya.Hampir sepuluh menit dia menghisap kon tolku, “masukin lagi ya pak, ines udah ga tahan nih liatkon tol bapak”. Ines paronomasia jongkok diatas kon tol ku dan mengarahkan kon tol ku keno noknya. Pelan-pelan tapi pasti dia menurunkun pantatnya.kulihat rona mukanya yang memerah menahan nikmatyang diberikan oleh kon tol ku. “ouh…kon tol bapak kok bisa gede banget sih, kayanya sampe kerahim ines deh ”. Ines paronomasia mulai menggoyang pinggulnya seperti inul sedang goyang ngebor. “ouhhNes, enak banget, terus”, kon tol ku serasa di pijat dari segala arah sementara tangan kumeremas toketnya dengan kuat menahan rasa nikmat. “oh pak..kon tol bapak enak banget …remasyang kuat toket ines”. Aku paronomasia meremas toketnya dengan kuat dan menggoyang pinggulku…“Nikmat banget pak. Ines mau nyampe nih….terus”, dia paronomasia meremas tanganku yang beradaditoketnya,sepertinya dia sedang menahan sesuatu yang sangat nikmat dan kepalanyamenengadah keatas. “ouhhhh….Ines keluar lagi pak, nikmat banget…..uhffff”. Cairan cintanya punmengalir dikon tolku dan membasahi jembut ku. Dia paronomasia menunduk mencium bibir ku sementarakon tolku masih berada dino noknya. “Pak, nikmat banget deh, Ines capek banget nih”. Aku puntidak memperdulikannya kubaringkan dia dan ku pompa kembali no noknya. “ouhhh, terus pak”.Aku paronomasia memompa semakin liar. “no n ok kamu enak banget Nes ….terus Nes …goyang teruspinggul kamu, aku mau ngecret nih”. Ines paronomasia menggoyang pinggulnya. “Terus Nes, aah”, akhirnyapejuku paronomasia menyembur kembali didalem no noknya. “Pak, nikmat banget deh”, katanya terengah.Ines berbaring mengangkang, pejunya basah karena lelehan cairan no noknya dan pejuku yangkeluar ketika kon tol kucabut. aku menelungkup diselangkangannya dan mulai menjilati no noknyayang sudah sangat becek, terasa asin namun nikmat. “Pak, masih pengen ya, bapak kuat bangetsih napsunya. balikin badan bapak biar Ines isep kon tol bapak. soalnya ines tambah napsu kaloisep kon tol bapak”. Aku paronomasia berbalik, kini kami bergaya 69 menyamping, kepala ku dijepit olehpahanya lidahku terus memainkan lubang no noknya dan kadang kutusuk masuk keno noknya.Semantara jari ku kutusuk masuk kedalam lubang pantatnya. “Enak pak, kocokin pantat Ines pak,terus pak, enak banget. Ines belum pernah dicolok lubang pantatnya. Te rnyata nikmat juga ya”. Kinipinggulnya mulai bergoyang menekan mulutku, semantara kon tolku terus dihisap dengan kuatsehingga kini kon tolku telah ngaceng kembali. “Terus pak hisap yang kuat lubang no nokInes….ohhh, Ines mau nyampe lagi pak …ouhhhhh…achhh”. Cret..crett…terasa cairan asinmembasahi lidahku, aku paronomasia menjilatnya sampai habis. “udah Nes..kamu puas kan”, aku punmemeluknya. “puas banget pak, kon tol bapak enak banget, pengen rasanya isep kon tol bapakterus. Pak, kon tol bapak masih ngaceng tuh, gara-gara Ines isep tadi ya”. “Biarin aja aku udahcape banget nih ntar lemes sendiri kok”. Kulihat wad telah pukul 2 pagi dan aku sangat ngantuknamunnampaknya ines tidak mau menyia-nyiakan kon tol ku yang lagi ngaceng. “Bapak tiduran aja ya,,biarkon tolnya Ines isep ampe ngecret….kasian udah terlanjur ngaceng nih”. Ternyata Ines punya nafsuyang tinggi, dia paronomasia mengulum kon tolku dengan lahapnya sementara aku hanya berbaringmeni kmatinya. “shhh…uhfff terus Nes”. Sekitar setengah wad dia mehisap akhirnya aku maungecret. “isep terus Nes, aku mau ngecret nih”. Dia paronomasia mengulum kon tolku dengan cepat dancret..cret…pejuku kembali keluar di mulutnya dan nampaknya hanya sedikit. dia paronomasia asik menjilatinya sampai bersih dan badanku paronomasia terasa lemas sekali. Kulihat Ines terus menjilat kon tolku danaku paronomasia memejamkan mata karena mengantuk dan akhirnya tertidur.. Ines paronomasia tertidur disampingkon tolku.Kira-kira pukul 8 aku terbangun. Aku keluar kamar, kulihat Ines sedang menyiapkan sarapan,rambutnya basah habis keramas. dia hanya memakai sarung bali yang dililitkan sampai didadanya.“udah bagun pak, mandi gih sana trus makan nih, pasti bapak laper banget kan”. “Oke deh”,jawabku. Aku masuk kamar mandi, pintunya tidak kututup. kulihat ines memandangku terus penuhnafsu. Ines terus memandangiku dan kini tangannya meremas toketnya sendiri. akupunmemanggilnya, dia langsung masuk ke kamar mandi dan melepaskan sarung balinya. “Pak, Inespengen dien summate lagi. no nok Ines gatel nih liat kontol bapak”. “Nes…ga ada earth nya”. “abis bapaksih, mandi kaga tutup pintu, ya Ines napsu deh ngeliat kon tol bapak”. Dia paronomasia jongkok mulaimenghisap kon tolku yang masih lemas. Tidak berapa lama kemudian kon tol ku kembali berdiritegak. Kusuruh dia nungging dan tangan nya berpegang ke bak mandi. Kumasukkan kon tolkukedalam no noknya yang sudah basah, dan kuenjot dengan penuh napsu. “pelan-pelan aja pak, kankita masih punya banyak waktu. Hari ini kantornya tutup kok, jadi Ines gak usah siap2″. Aku tidakpeduli dengan ucapannya dan terus menggoyang pinggulku semakin ganas. “nikmattttpak….terus…en summate terusss”. Aku memompa no noknya dan tanganku meremas-remas toketnyayang bergelantungan. “nikmat banget pak, terus….kontol bapak gede banget”. Dia terus meracaudan tidak lama kemudian kurasakan tubuhnya mengeja ng. “ouhhh Ines nyampe pak, enak bangetdeh kon tol bapak”. Aku paronomasia mencabut kon tol ku dari no noknya. “Ines isep lagi ya pak, sampengecret”. “Ngga ah , aku mau en summate kamu aja ampe ngecret .sekarang kamu baring di ranjang ya”.Dia kuseret keluar dari kamar mandi dan kudorong ke ranjang sampe telentang. kubuka lebar lebarpahanya sehingga terlihat jelas no noknya yang merekah. Ku tancapkan kon tolku perlahan lahandan beberapa saat kemudian kon tolku sudah keluar masuk di no noknya. “ouchhh nikmat bangetpak, en summate terus pak, siram no nok Ines dengan peju bapak”. Nampaknya gejolak napsunya sudahmemuncak sehingga dia meracau tidak karuan. kepalanya menggeleng kekiri dan kekanansehinga terlihat sangat seksi. Aku paronomasia memompa semakin cepat. “en summate Ines terus pak, tusuk terusno nok Ines. Ines mau nyampe lagi…terus pak….ouchhh..ahh…Ines dah nyampe pak”. Cairan cintapun keluar dari no noknya sementara itu aku juga udah mau ngecret . Kuenjotkan kon tolku dengancepat dan keras sehingga Crot…crott…crot…pejuku mucrat kemabli didalam no noknya. Setelahreda gelombang kenikmatan yang menerpa, aku berdiri. dia kutarik juga dan kami paronomasia mandibersama-sama.

Sumber : http://www.ikadanewsonline.com

Share this article :

+ comments + 1 comments

12 Januari 2013 23.37

nitip ya..siapa tau ada yang butuh. sukses selalu buat website bos
--------------------------------------
JUAL BOKEP MURAH

Jual Bokep Jepang & Barat Paling Lengkap!

Ada Lebih Dari 4000 Judul Bokep Kualitas Top!

KLIK SINI

www.bitly.com/avmansion

Poskan Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Semua Ada Disini - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger